.httaccess dan kegunaannya


File .htaccess adalah file konfigurasi yang disediakan oleh web server Apache, yang biasanya digunakan untuk mengubah settingan default dari Apache. Kita ketahui bahwa sebagian besar hosting web di internet menggunakan Apache sebagai servernya sehingga bagi para pengelola web / webmaster sedikit banyak harus belajar tentang .htaccess agar kita bisa mengubah settingan default dari server.

 

Manfaat htaccess diantaranya :

Mencegah browsing direktori

Untuk alasan keamanan, server Apache biasanya telah menghilangkan default setting yang memungkinkan directory indexing. Opsi inilah yang memungkinkan isi dari direktori untuk ditampilkan di browser jika direktori tersebut tidak mempunyai halaman index.

Contohnya, jika kita memasukkan sebuah URL yang tidak mempunyai halaman index seperti misalnya http://contoh.com/images/, maka browser akan menampilkan daftar images di dalam direktori tersebut

Mengarahkan pengunjung dari satu halaman atau direktori lain

Misalkan kita membuat ulang seluruh website kita, me-rename halaman & direktori. Maka pengunjung halaman lama akan mendapat error 404 File Not Found. Masalah tersebut dapat diatasi dengan melakukan redirect dari halaman lama ke halaman yang baru.

Melindungi password  untuk direktori

untuk melindungi agar setiap pengunjung memasukan id dan password kita buatkan file .htpasswd

Ubah indeks default halaman direktori

Agar user bisa mengakses website kita hanya dengan nama domain saja (http://www.contoh.com) tanpa harus menulis nama file secara jelas (http:www.contoh.com/index.php), kita harus mempunyai file index di root direktori. Nama file yang bisa diterima antara lain index.html, index.htm, index.cgi, index.php dll. Pastikan bahwa file tsb bernama index.*


Melindungi image/ gambar dari situs web Anda

Untuk mencegah orang lain me-link secara langsung ke direktori image anda dari website mereka, biasanya ada orang mengambil gambar dari website kita, tapi tetap menggunakan link diserver host kita, ini tentu akan merugikan bagi kita karena dapat mengurangi bandwith di hosting kita

 

File .htaccess merupakan file teks ASCII sederhana yang biasanya diletakkan dalam root direktori. File ini diharuskan dalam format ASCII dan bukan binary dan untuk file permission (atribut file) pada server hosting harus di set 644 (rw-r-r). Hal tersebut dimaksudkan agar server dapat mengakses file .htaccess, tapi mencegah user untuk mengakses file .htaccess dari browser mereka. File .htaccess yang diletakkan dalam root direktori dapat digunakan untuk mengubah konfigurasi dari subdirektori-subdirektori yang ada didalamnya, sehingga dalam satu website biasanya kita cukup untuk mempunyai 1 file .htaccess saja yang diletakkan dalam root direktori.

Untuk membuat file tersebut, buka editor teks dan ketikan sebuah huruf atau karakter simap dengan nama  htaccess.  Kemungkinannya adalah bahwa editor teks  akan menambahkan ekstensi file default ke nama (misal : untuk Notepad itu akan menjadi  file Htaccess.txt). Untuk mendapatkan extensi file .htaccess kamu hapus akhiran txt.

htaccess file harus diupload sebagai modus ASCII, tidak BINARY. setting  CHMOD file htaccess ke 644 atau (RW-R-R-). Hal ini supaya  file tersebut dapat digunakan oleh server, dan  mencegah terbacanya file .htaccess oleh browser, yang lebih extreme lagi  dapat membahayakan keamanan sebuah web . (Sebagai contoh, jika kamu  memiliki direktori yang dilindungi dengan password , jika browser dapat membaca file htaccess, maka mereka bisa mendapatkan lokasi dari file otentikasi dan kemudian akan  mendapatkan akses penuh ke bagian lindungi/protect.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: